Administrasi Server

Administrasi Server

Server merupakan suatu bagian terpenting dari sebuah jaringan yang bertugas untuk menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh client.Server juga didukung oleh processor dan RAM yang besar juga dilengkapi dengan sistem operasi khususyang disebut sebagai sistem operasi jaringan.

Dilihat dari fungsinya, server di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti: server aplikasi, server data maupun server proxy:

  1. Server aplikasi adalah server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client.
  2. Server data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan klien secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi.
  3. Server proksi berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proksi.

Kegunaan server sangat banyak, misal untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Untuk pemahaman ini adalah gambar server  facebook.

Tempat perusahaan facebook yang isinya komputer2 server.

facebook_changing_the_hardware_world_with_new_data_centers

Server memiliki beberapa macam jenis juga memiliki kegunaan dan tugasnya masing – masing.Setiap jenis server bisa dijadikan satu mesin. Jadi satu komputer server bisa melayani berbagai servis atau layanan.

Layanan yang tersedia pada umumnya  adalah sbb:

  1. FTP Server (File Transfer Protocol).

ð digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara client FTP dan server FTP.

  1. DHCP Server (Dynamic Host Configuration Protocol).

ð layanan yang memberikan IP secara otomatis ke semua client.

  1. DNS Server (Domain Name System).

ð Menterjemahkan alamat IP menjadi nama berbentuk teks.

  1. Web Server

ð Sistem yang menberikan layanan web dan HTML sehingga client bisa mengakses halaman website.

  1. Mail Server

ð Sistem yang memberikan layanan pembuatan portal email pada client.

Contoh: enni.net bisa di ubah menjadi enni@enni.net tidak menggunakan @yahoo.com/ymail.com seperti pada umumnya.

  1. NTP Server (Network Time Protocol)

ð Server yang sistem waktunya disindromkan (secara bersamaan) terhadap sumber waktu yang akurat dan mentransmisikan paket informasi waktu kepada komputer lain.

Adapun yang lainnya sebagai berikut:

a)     Telnet Server

ð Layanan untuk melakukan remote komputer yang kita inginkan. Sebelum kita meremote komputer, kita masuk dulu dalam sistem login server telnet ini. Kemudian permintaan telnet diteruskan ke komputer tujuan yang diminta oleh client.

b)    Proxy Server

ð digunakan untuk memperkuat security (keamanan) pada sebuah jaringan.

c)     Database Server

ð  layanan penyimpanan database. Dalam server database tersebut, bisa berisi ratusan ataupun ribuan database dari banyak user. Biasanya database tersebut dikelompokkan atau disimpan per user yang memakai layanan database tersebut. Agar tidak terjadinya pencurian data.

d)    Streaming server

ð Layanan yang dapat mengakses sebuah konten tanpa kita mendownloadnya terlebih dahulu. Seperti: audio atau video.

e)     Fax Server

ð Untuk mengirim dan menerima fax melalui jaringan komputer bagi client juga dilengkapi dengan modem.

f)      Game Server

ð untuk menghubungkan antar pemain (client) dengan pemain yang lainnya.

g)     File Server

ð digunakan untuk menampung data – data yang dimiliki oleh sejumlah client.

h)    Home Server

ð Server ini khusus bagi pengguna rumah yang membutuhkan layanan seperti home entertainment juga ditambah layanan seperti printing servis, web servis, maupun file servis sebagai backup data.

i)       Print Server.

ð untuk pusat layanan percetakan (print) bagi client.

j)       Application server

ð digunakan untuk menjalankan suatu software applikasi.

Dalam membahas jaringan komputer tentu tak lepas dari yang namanya IP Address,karena IP Address memiliki peran yang sangat penting.

IP (Internet Protocol) adalah aturan baku dan standar jaringan yang terhubung dalam jaringan komputer. Sedangkan IP Address adalah alamat komputer /host dalam jaringan. PC / host wajib memiliki jaringan.

IP Address sifatnya unik/tidak boleh sama antara yang satu dengan yang lainnya.Penulisan IP address umumnya adalah 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnetmask 255.255.255.0. Kenapa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnetmask diselubung dengan angka biner 1. Atau dengan kata lain, subnetmasknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0).

Adapun contoh lain yang saya buat  yaitu:

Misal seandainya ada dalam suatu ruangan pratikum 20 unit komputer  yang ingin kita hubungkan dengan jaringan hanya 10 komputer,jadi berapa subnetmask yang akan kita buat dan contohkan IP yang akan digunakan ???

Untuk 10 komputer ini tentu yang akan bisa connect ke jaringan (valid) jadi untuk broadcast dan network masing-masing ditambah 1 dan 10 komputer tadi di tambah 2 menjadi 12(10 valid,1 broadcast,1 network). Karena jumlah angkanya hanya 1-255 langsung saja 255-12=243 karena masih lebih satu jadi untuk hitungan mundur ditambah 1 (243+1=244)  jadi sekarang sudah cukup 12 komputer yang terpakai bukan,,,???(hitunglah dengan benar)

Sekarang mencari bilangan biner dari 244. Sebelum kita mencarinya sedikit saya bahas tentang bilangan berbasis. Ada 4 bilangan berbasis yaitu bilangan biner yang disebut juga bilangan berbasis 2 ( yang terdiri dari angka 0 dan 1) , bilangan desimal disebut bilangan berbasis 10 ( yang terdiri dari angka 0-9 ) , bilangan oktal disebut bilangan berbasis 8 ( yang  terdiri dari angka 0-8 ) dan bilangan hexa desimal disebut bilangan yang berbasis 16 ( yang terdiri dari angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F  = 16 ).

Jadi untuk kali ini saya hanya menggunakan bilangan berbasis 2 (bil.biner ) dan bilangan desimal. Dari bilangan desimal ke bilangan biner harus dibagi dua dan hasilnya hanya boleh tinggal angka 0 kalau tidak angka 1. Jadi bil.biner dari 244 adalah….

  • 244: 2 = 122 sisa 0
  • 122 : 2 = 61 sisa 0
  • 61 : 2 = 30 sisa 1
  • 30 : 2 =15 sisa 0
  • 15 : 2 = 7 sisa 1
  • 7 : 2 = 3 sisa 1
  • 3 : 2 = 1 sisa 1

Sekarang tinggal hitung dari bawah: 11110100. Jadi subnetmask nya

255.255.255.244 ( 11111111.11111111.11111111.11110100 ). Untuk IP nya misalkan 10.100.1.1 jadi tinggal tulis seperti ini 10.100.1.1/29.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.

Konsep ini disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:

Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C

Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

 

Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B

Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.

Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255

Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.

Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A

Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.

Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.

Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255

About ennisatria

don't give up...

Posted on September 28, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

enni's blog

dont give up

%d blogger menyukai ini: